Rabu, 14 Januari 2026

TUGAS MANDIRI 11

 MAHARDIKA DWI ATMAJA

ANALISIS SISTEM ALUR BALIK (REVERSE LOGISTICS)

LIMBAH BATERAI SMARTPHONE BEKAS

A. Pemilihan Produk

Produk/limbah yang dipilih dalam tugas ini adalah baterai smartphone bekas, yang termasuk dalam kategori limbah elektronik (E-Waste). Baterai smartphone memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam sistem alur balik karena mengandung material bernilai seperti litium, kobalt, nikel, dan tembaga. Di sisi lain, baterai bekas juga tergolong limbah berbahaya apabila tidak dikelola dengan baik, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan khusus pada tahap akhir siklus hidupnya (end-of-life).

B. Fokus Tugas

Baterai smartphone bekas di Indonesia belum sepenuhnya memiliki sistem alur balik yang efektif dan terintegrasi secara nasional. Pengelolaan yang ada masih bersifat parsial dan bergantung pada pihak tertentu seperti bank sampah, komunitas lingkungan, atau program terbatas dari produsen. Namun demikian, produk ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penerapan reverse logistics yang lebih terstruktur, terutama dengan melibatkan produsen, distributor, dan pemerintah.

2. Metodologi Observasi dan Pencatatan

Observasi dilakukan melalui:

  • Pengamatan praktik masyarakat dalam membuang baterai bekas,

  • Studi literatur mengenai pengelolaan limbah elektronik di Indonesia,

  • Informasi dari program pengumpulan e-waste yang disediakan oleh beberapa merek smartphone dan bank sampah.

Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen menyimpan baterai bekas di rumah atau membuangnya bersama sampah rumah tangga, karena kurangnya fasilitas pengumpulan khusus dan minimnya informasi.

A. Alur Maju (Forward Flow)

Alur distribusi baterai smartphone secara umum adalah sebagai berikut:

Produsen → Distributor → Ritel/Service Center → Konsumen

Baterai smartphone biasanya sudah terpasang di dalam perangkat saat dijual. Ketika daya baterai menurun atau rusak, konsumen menggantinya melalui pusat servis resmi atau tidak resmi.

B. Pengelolaan Limbah Saat Ini (Current State)

Saat ini, baterai smartphone bekas:

  • Sebagian besar tidak dikembalikan ke produsen,

  • Disimpan oleh konsumen atau dibuang ke tempat sampah umum,

  • Sebagian kecil dikumpulkan oleh bank sampah elektronik atau pengepul informal.

Pengelolaan ini masih belum aman dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan akibat kandungan bahan kimia berbahaya di dalam baterai.

3. Analisis Potensi Alur Balik (Reverse Flow Potential)

A. Identifikasi Nilai (Value Recovery)

Nilai utama yang dapat dipulihkan dari baterai smartphone bekas adalah melalui:

Recycling / Daur Ulang

Baterai bekas tidak lagi optimal untuk digunakan ulang, namun material di dalamnya dapat diekstraksi kembali sebagai bahan baku untuk pembuatan baterai baru atau produk elektronik lainnya.

B. Usulan Alur Balik Ideal

1. Titik Inisiasi Pengembalian
Proses pengembalian dimulai dari konsumen, dengan dukungan:

  • Service center resmi,

  • Gerai ritel smartphone,

  • Bank sampah elektronik.

2. Aliran Logistik Balik
Baterai bekas dikumpulkan di titik pengumpulan lokal, kemudian:

  • Diangkut menggunakan transportasi darat,

  • Dikonsolidasikan di pusat penyortiran regional untuk e-waste.

3. Destinasi Akhir
Baterai dikirim ke:

  • Fasilitas daur ulang berizin di dalam negeri, atau

  • Mitra daur ulang internasional apabila teknologi ekstraksi belum tersedia secara lokal.

C. Tantangan dan Rekomendasi

Tantangan Utama:

  1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengembalikan baterai bekas.

  2. Keterbatasan fasilitas daur ulang baterai yang memenuhi standar lingkungan di Indonesia.

Rekomendasi Spesifik:
Pemerintah dan produsen perlu menerapkan program Extended Producer Responsibility (EPR) yang mewajibkan produsen menyediakan fasilitas pengumpulan baterai bekas serta memberikan insentif kepada konsumen, seperti potongan harga atau poin reward, untuk mendorong partisipasi dalam sistem alur balik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS TERSTRUKTUR 04

  🧩  Deskripsi: Infografis ini menggambarkan penerapan  konsep Circular Economy (Ekonomi Sirkular)  pada sektor  Plastik dan Kemasan  di In...