Rabu, 14 Januari 2026

TUGAS MANDIRI 12

 MAHARDIKA DWI ATMAJA

A08

HASIL OBSERVASI PERILAKU KONSUMSI TIDAK BERKELANJUTAN

Tahap 1: Persiapan dan Pemilihan Lokasi

1. Lokasi Pengamatan
Lokasi pengamatan yang dipilih adalah Kantin Kampus.
Alasan pemilihan lokasi ini karena kantin merupakan tempat dengan aktivitas konsumsi yang tinggi, khususnya pada jam makan siang, sehingga memudahkan pengamatan berbagai perilaku konsumsi mahasiswa.

2. Alat Catat yang Digunakan

  • Buku catatan

  • Pulpen

  • Ponsel (hanya digunakan untuk mencatat waktu dan jenis produk, tanpa dokumentasi foto/video demi menjaga privasi)

3. Alokasi Waktu Pengamatan
Pengamatan dilakukan selama 45 menit, yaitu pada jam makan siang (12.00–12.45 WIB) saat aktivitas kantin sedang ramai.

Tahap 2: Proses Pengamatan dan Pencatatan

Observasi Aktif

Selama proses pengamatan, terlihat berbagai interaksi antara konsumen (mahasiswa) dengan penjual makanan dan minuman, baik untuk makan di tempat maupun take away. Fokus pengamatan diarahkan pada penggunaan kemasan, sisa makanan, serta kebiasaan konsumsi yang berpotensi tidak berkelanjutan.

Identifikasi 5 Contoh Konsumsi Tidak Berkelanjutan

NoPerilaku Konsumsi Tidak BerkelanjutanKeterangan
1Penggunaan plastik sekali pakaiMakanan dan minuman dibungkus dengan plastik dan styrofoam
2Pembelian minuman kemasan botolBanyak mahasiswa membeli air minum botol meskipun tersedia galon
3Sisa makanan berlebihBeberapa konsumen tidak menghabiskan makanan
4Penggunaan sedotan plastikMinuman disajikan otomatis dengan sedotan plastik
5Tidak membawa wadah sendiriKonsumen jarang membawa tempat makan atau botol minum pribadi

Tahap 3: Analisis dan Kesimpulan

1. Analisis Penyebab Perilaku yang Paling Sering Terjadi

Dari hasil pengamatan, tiga perilaku konsumsi tidak berkelanjutan yang paling sering ditemukan adalah:

  1. Penggunaan plastik sekali pakai
    Penyebab utamanya adalah kemudahan dan kebiasaan. Penjual menyediakan plastik karena murah dan praktis, sementara konsumen jarang menolak.

  2. Pembelian minuman kemasan botol
    Hal ini disebabkan oleh kurangnya fasilitas alternatif, seperti dispenser air minum gratis, serta anggapan bahwa membeli minuman botol lebih praktis.

  3. Sisa makanan berlebih
    Terjadi karena porsi makanan yang terlalu besar dan kebiasaan konsumen membeli tanpa mempertimbangkan kebutuhan.

2. Saran Solusi

Berikut tiga rekomendasi solusi praktis yang dapat diterapkan:

  1. Penyediaan kemasan ramah lingkungan
    Pengelola kantin dapat mulai mengganti plastik sekali pakai dengan kemasan biodegradable atau mendorong sistem wadah guna ulang.

  2. Penyediaan fasilitas air minum isi ulang
    Dengan adanya galon atau dispenser gratis, konsumen dapat mengurangi pembelian minuman kemasan botol.

  3. Edukasi dan kampanye konsumsi berkelanjutan
    Pemasangan poster atau imbauan di kantin untuk membawa wadah sendiri dan menghabiskan makanan dapat meningkatkan kesadaran konsumen.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi di kantin kampus, masih banyak perilaku konsumsi yang tidak berkelanjutan, terutama penggunaan plastik sekali pakai, pembelian minuman kemasan, dan pemborosan makanan. Perilaku ini dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, kemudahan, dan kurangnya fasilitas pendukung. Dengan kerja sama antara pengelola kantin dan konsumen, praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan dapat diterapkan secara bertahap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS TERSTRUKTUR 04

  🧩  Deskripsi: Infografis ini menggambarkan penerapan  konsep Circular Economy (Ekonomi Sirkular)  pada sektor  Plastik dan Kemasan  di In...