Laporan Observasi Konsumsi Energi
1. Deskripsi Fasilitas
Nama Tempat: Kantin "Barokah Jaya"
Jenis Produksi: Pengolahan makanan siap saji (nasi rames dan lauk pauk).
Foto Fasilitas: (Lampirkan foto area dapur/kantin di sini)
2. Tabel Inventarisasi (Energy Mapping)
| Nama Alat | Spesifikasi Daya | Durasi Penggunaan (Jam/Hari) | Frekuensi (Hari/Minggu) | Total Konsumsi (kWh per Minggu) |
| Magic Com (Besar) | 400 Watt | 12 Jam | 6 Hari | 28,8 kWh |
| Lampu Kerja | 40 Watt | 10 Jam | 6 Hari | 2,4 kWh |
| Kulkas | 150 Watt | 24 Jam | 7 Hari | 25,2 kWh |
| Blender | 300 Watt | 0,5 Jam | 6 Hari | 0,9 kWh |
Perhitungan Contoh (Magic Com):
3. Analisis Temuan
Alat dengan konsumsi energi tertinggi: Magic Com (Rice Cooker) berkapasitas besar.
Mengapa alat tersebut tinggi? Meskipun dayanya (400 Watt) lebih kecil dibanding gabungan alat lain, durasi penggunaannya sangat lama (12 jam sehari) karena terus berada dalam mode warming (pemanas) agar nasi tetap hangat sepanjang jam operasional kantin.
Apakah alat menghasilkan emisi langsung? Ya, alat ini menghasilkan emisi panas secara terus-menerus ke area dapur/kantin.
4. Usulan Perbaikan
Ide Konkret: Menggunakan wadah nasi isolasi termal (termos nasi) berkualitas tinggi setelah nasi matang.
Penjelasan: Begitu nasi matang di Magic Com, segera pindahkan ke termos nasi yang mampu menjaga suhu tanpa listrik. Dengan cara ini, Magic Com bisa dimatikan sepenuhnya setelah proses memasak selesai, sehingga menghemat konsumsi energi fase warming selama kurang lebih 10-11 jam per hari tanpa mengurangi kualitas kehangatan nasi yang disajikan kepada pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar